Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Wednesday, September 1, 2010

Fotografi Dalam Kecepatan Tinggi

Gambar hasil olah teknik fotografi kecepatan tinggi (High-speed photographs) berikut adalah karya Lex Augusteijn.

Lex Augusteijn adalah fotografer profesional Belanda yang mengkhususkan diri di teknik Teknik fotografi kecepatan tinggi (high-speed photography).

Seperti yang kita saksikan bagaimana desingan peluru, muncratan air, tumpahan susu, lampu yang pecah menjadi sesuatu yang indah.
fotografi kecepatan tinggi
Fotografi Kecepatan Tinggi
Fotografi Kecepatan Tinggi
Fotografi Kecepatan Tinggi
Fotografi Kecepatan Tinggi
High-speed photographs
High-speed photographs
High-speed photographs
High-speed photographs
High-speed photographs

Nikmatnya Berinternet via TV


Mengakses internet kini tak hanya bisa dilakukan melalui ponsel atau PC. AVerMedia membuat produk agar pengguna bisa menonton YouTube, mengecek email, bercengkrama dengan teman melalui Facebook atau Twitter, hanya berbekal TV rumahan biasa.

Bagi kalangan umum mungkin nama AVerMedia tidaklah terlalu akrab. Sebagai informasi, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990 ini merupakan produsen perangkat teknologi multimedia yang cukup populer di Amerika. Beberapa produk yang dihasilakannya seperti: TV Tuner, Dongle TV Digital ataupun Analog dan FM radio, serta Converter PC to TV.

Seiring makin kayanya konten internet saat ini, AVerMedia membuat sebuah produk bernama AVerLife Extreme Vision Media Player. Produk berbentuk kotak hitam ini memungkinkan pengguna TV rumahan biasa menikmati konten-konten populer internet saat ini.

Kali ini detikINET berkesempatan mencoba media player tersebut. Dan yang paling menarik, ternyata kotak hitam ini pun bisa digunakan pada TV 'jadul' (belum memiliki port HDMI). Asyik bukan?



Diaspora, Penantang Serius Facebook

Jakarta - Facebook banyak dikritik karena beberapa fiturnya dianggap mengabaikan privasi pengguna. Sebagai 'jawaban' atas kondisi ini, sebuah jejaring sosial bernama Diaspora yang berbasis open source pun siap dirilis.

Dalam keterangannya, Diaspora didesain sebagai sebuah jejaring sosial yang memberi kekuasaan penuh kepada penggunanya atas data mereka sendiri. Jejaring sosial ini rencananya akan resmi dirilis pada 15 September mendatang.

Diaspora dikembangkan oleh tim yang terdiri empat orang mahasiswa Universitas New York, yakni Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, Raphael Sofaer, dan Ilya Zhitomirskiy. Proyek pengembangan Diaspora ini konon bernilai US$ 200.000 (sekitar Rp 1,8 miliar).

Dikutip detikINET dari BBC, Senin (30/8/2010), tim pengembang Diaspora mengatakan bahwa jejaring sosial bikinan mereka akan berbasis open source, dimana tiap orang bisa melihat, memodifikasi, dan bahkan memberikan kontribusi perubahan.

"Kami menghabiskan waktu untuk berkonsentrasi membangun sebuah sharing yang jelas dan kontekstual. Jadi pengguna bisa memutuskan konten apa yang akan mereka bagi pada rekan kerjanya, dan apa yang akan dibagi pada teman minumnya.

Thursday, August 19, 2010

3 Pahlawan Muda Sains Indonesia

Dunia teknologi dan pengetahuan di Indonesia, sejak dahulu relatif jarang diperhitungkan di dunia ilmiah Internasional. Bahkan partisipasi penelitian Ilmiah di Indonesia terbilang sangat terbelakang dibandingkan dengan negara teknologi maju di Dunia lainnya. Tetapi, ternyata dalam beberapa tahun terakhir ini anggapan itu akan perlahan memudar, ketika 3 anak muda putra bangsa terbaik berhasil menorehkan temuan teknologi yang mulai diperhitungkan dunia teknologi Internasional, PahlawanMuda Sains Masa kini Indonesia itu adalah Warsito P Taruno, Khoirul Anwar dan Yogi Erlangga. Kiprah prestasi Ilmiah dan temuan hebat teknologi anak bangsa terbaik ini seharusnya menjadi inspirasi generasi muda Indonesia saat ini.


Warsito P Taruno


Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengakui kehebatan dan telah memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu melihat¡± tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails